Tampilkan postingan dengan label Damar Shashangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Damar Shashangka. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Januari 2014
69. Sabda Palon
Sinopsis Novel Sejarah "Sabdo Palon" Seri 1 s.d. 4
http://buku-eko.blogspot.com/2013/11/48-sinopsis-novel-sabdo-palon-1-sd-4.html
Pemesanan hub inbox Eko Waluyo II atau SMS/WA : 081393725615
Senin, 04 November 2013
28. Siapakah Damar Shashangka ?
Lahir di Malang pada tanggal 8 April 1980. Kelahirannya di keluarga Kejawen membuatnya sangat tertarik kepada mistisme dan spiritualitas semenjak kecil. Saat masih berumur belasan, ia telah mendapat sebuah visi bahwa suatu saat dirinya bakal menulis tentang sejarah Nusantara. Ia menulis novel berseri Sabda Palon, yang berkisah tentang kehancuran Majapahit dan berkuasanya Islam di bumi Nusantara, dan telah menjadi salah satu referensi utama tentang sejarah Nusantara. Ia juga menerjemahkan dan mengulas beberapa naskah Jawa kuno, di antaranya Darmagandhul dan Gatholoco. Anak muda yang fasih berbicara dan menulis tentang spiritualitas Islam, Kejawen dan Siwa Budha ini bisa dihubungi secara personal di:
Email : damashashangka@gmail.com
Facebook Fan Page : DAMAR SHASHANGKA
Twitter : @DamarShashangka
Blog : damar-shashangka.blogspot.com
Facebook Fan Page : DAMAR SHASHANGKA
Twitter : @DamarShashangka
Blog : damar-shashangka.blogspot.com
Beberapa buku karya Damar Shashangka bisa di baca resensinya di sini :
6. Sabda Palon Seri 3: Geger Majapahit
Cara Pemesanan Buku :
Kirim SMS / WA di 081393725615. Tuliskan Judul dan jumlah pesanan, Nama & Alamat lengkap. Tunggu balasan SMS / WA untuk keterangan selanjutnya.
Atau Pesan Buku via Inbox FB : EKO WALUYO
Kamis, 10 Oktober 2013
20. SABDA PALON 4: PUDARNYA SURYA MAJAPAHIT
Segera Terbit di Ujung Tahun 2013!
Kehadiran Siu Ban Ci membuat semarak hari-hari Bhre Kêrtabumi. Gairah penguasa itu bangkit. Dunia yang selama ini berjalan begitu-begitu saja kini jadi menggairahkan dengan hadirnya sang ayu. Setiap malam Bhre Kêrtabumi butuh bertandang ke kamar pribadi Siu Ban Ci. Siu Ban Ci memang menggairahkan. Pinggulnya lebar, pahanya mulus, pantatnya sintal. Tak bosan-bosan Bhre Kêrtabumi menelusuri setiap jengkal tubuhnya. Tak bosan-bosan dia bermanja-manja dalam gairah di pelukan sang ayu. Tak juga lelah dia tumpahkan kamanya ke dalam yoninya. Sang ayu bak merak muda berbulu warna-warni. Bahkan saat bercinta, dia bak kuda betina yang liar lagi binal. Belitannya bak nagagini, lentur tapi kuat. Belitan yang tak akan pernah bisa lepas sebelum puncak kenikmatan digapai. Gairahnya menolak luruh sebelum dahaga sanggamanya terpuaskan oleh curahan kama. Lenguhan demi lenguhan yang setiap malam meruahi kamar Siu Ban Ci semakin lama semakin membuat penguasa itu lupa diri. Sang acari nyata-nyata mahir mengajari anak asuhnya. Tapi bukan, bukan begitu, Siu Ban Ci sendirilah yang memang mempunyai daya tarik alami. Geliatnya, rintihnya, tawanya, kerlingnya, senyumnya, semua-muanya begitu menggoda tanpa harus dia pelajari lebih dalam lagi. Lelaki mana yang tak akan terpikat jikalau sudah memadu cinta dengan wanita ayu itu di atas ranjang? Para dewa pun sepertinya akan terlena oleh kemolekan tubuhnya. Dan Bhre Kêrtabumi terlarut dalam jerat daya pikatnya. Seperti gula yang larut di dalam air panas, dia pun mulai kehilangan dirinya.
Tidak harus malam hari Bhre Kêrtabumi tenggelam dalam gairah cinta. Kerap kali, ketika Siu Ban Ci lagi mandi, penguasa Kêling itu memerintah seluruh cêthi yang bertugas memandikannya menyingkir. Bahkan seluruh garwa ampeyannya dia suruh keluar. Dia hendak meletupkan hasrat jantannya dengan Siu Ban Ci saat sang ayu itu mandi di kolam kaputren. Tak ada yang berani mengganggu. Tak ada yang berani melanggar perintahnya. Dua insan yang dimabuk asmara itu pun berkecipak-kecipuk memburu kenikmatan berahi di pinggir atau bahkan di tengah kolam. Kolam kaputren bagai dituruni Bathara Kamajaya dan Bathari Kamaratih dari kayangan. Keperkasaan lingga dan kelembutan yoni beradu liar diiringi deru napas memburu.
Kelakuan Bhre Kêrtabumi yang sudah lupa daratan tentu saja membuat cemburu Dewi Amaravati. Tak hanya Dewi Amaravati, semua garwa ampeyan lainnya juga dilanda cemburu. Bhre Kêrtabumi sudah tidak pernah lagi menyambangi mereka saat malam menjelang. Dia hanya ingin kamanya tercurah ke liang kenikmatan Siu Ban Ci. Gairah asmara para garwa ampeyan yang menuntut pelampiasan pun berubah menjadi api kemarahan. Dan api kemarahan itu tertuju kepada Siu Ban Ci belaka!
--------CUPLIKAN NOVEL SABDA PALON IV : REDUPNYA SURYA MAJAPAHIT. Siap meluncur ke pasaran November 2013!
19. Teaser Buku Gatholoco – Damar Shasangka
Buku Gatholoco ini untuk 21 tahun ke atas:
Sebagai suplemen, sengaja di sisipkan pengetahuan olah asmara Jawa Kuno, yang di ambil dari Sêrat Kawruh Sanggama karya Raden Bratakesawa, Sêrat Nitimani, Sêrat Panitisastra, Sêrat Widyakirana, Sêrat Jitabsara, dan Sêrat Primbon. Suplemen ini terdiri dari delapan bab yang membahas secara rinci asal-usul Aji Asmaragama; peranti sanggama lelaki dan wanita; ciri-ciri wanita yang pandai bersanggama dan titik rangsang wanita; tata cara bersanggama sesuai Aji Asmaragama yang berguna untuk meraih kepuasan badan, suksma, dan atma; beberapa aji yang berguna untuk memikat dan memberikan kepuasan kepada wanita; beberapa sarana dan ramuan untuk memperkuat olah sanggama; dan ciri-ciri benih calon anak yang hendak menitis sebagai hasil olah sanggama.
Bernapas layaknya api. Memasukkan bara lewat tulang ekor, menghembus lewat penis atau vagina. Memasukkan nyala lewat penis atau vagina, menghambur lewat bawah pusar. Mendulang agni lewat bawah pusar, keluar lewat ulu hati. Meneguk panas lewat ulu hati, mengalir deras lewat leher. Menyerap kobaran lewat leher, menggebubu bak angin lewat mata ketiga. Menyerap Brahma lewat mata ketiga, memancarkan Syiwa lewat Sahasrara.
Surya sebagai kawah Chandradimukha. Tubuh sebagai bahan bakarnya. Tertapis sudah ketujuh cakra karenanya. Semoga termurnikan adanya.
Hong Awighnamastu namas sidham.
Teaser Buku Gatholoco – Damar Shasangka
Posisi MALOKA dalam AJI ASMARAGAMA
Sang wanita tidur telentang dan menempelkan betisnya ke paha. Posisi ini membuat vagina merekah dan penetrasi penis
ke dalamnya bisa maksimal. Sang lelaki menelungkup di atas tubuh sang
wanita, perut atau dadanya bertumpu pada lutut sang wanita, lalu
mengeluar-masukkan penis ke dalam vagina dengan kecepatan sesuai dengan
selera berdua. Posisi ini memungkinkan ujung penis sang lelaki
menyundul-nyundul G-spot (daging song) sang wanita dan memberinya kenikmatan yang luar biasa.
Itu hanyalah salah satu posisi sanggama ala Jawa yang dibahas di buku GATHOLOCO (Rahasia
Ilmu Sejati dan Asmaragama). Buku yang membabar Ilmu Sejati, Filsafat
Lingga Yoni, Manunggaling Kawula-Gusti, serta Aji Asmaragama (Kamasutra
ala Jawa) yang legendaris ini tak bisa dijumpai di toko offline mana
pun. Dan kami mencetaknya dalam jumlah terbatas. Kitab kuno yang
nasibnya terpinggirkan selama satu abad ini bisa dipesan secara online.
Bibirmu rekah mawar, matamu rembulan bersinar, rambutmu gerai gelombang, payudaramu pepaya kembar semingguan. Apa lagi? Oh ya, vaginamu teratai mekar. Akan kuhidu aroma dalammu di rekah bibirmu, kuhangatkan dinginku di sinar matamu, kuayunkan tubuhku di gerai rambutmu, kutelungkupkan mulut bayiku di kuncup-kuncup payudaramu, dan kutakhtakan diriku di kelopak vaginamu.
Aduh! Tanganmu mempunyai kata-kata untukku yang tak bisa diucapkan oleh bibirmu kepadaku. Ia adalah duta bagi seluruh anggota tubuh lain selain bibirmu yang mengantarkan wajahku kepada seluruh bagian tubuhmu untuk mengetahui kata-kata yang tidak bisa diucapkan oleh bibirmu kepadaku.
Posisi Hirana dalam Asmaragama Jawa (diulas dalam buku “Gatholoco: Rahasia Ilmu Sejati dan Asmaragama”).
Bibirmu rekah mawar, matamu rembulan bersinar, rambutmu gerai gelombang, payudaramu pepaya kembar semingguan. Apa lagi? Oh ya, vaginamu teratai mekar. Akan kuhidu aroma dalammu di rekah bibirmu, kuhangatkan dinginku di sinar matamu, kuayunkan tubuhku di gerai rambutmu, kutelungkupkan mulut bayiku di kuncup-kuncup payudaramu, dan kutakhtakan diriku di kelopak vaginamu.
Aduh! Tanganmu mempunyai kata-kata untukku yang tak bisa diucapkan oleh bibirmu kepadaku. Ia adalah duta bagi seluruh anggota tubuh lain selain bibirmu yang mengantarkan wajahku kepada seluruh bagian tubuhmu untuk mengetahui kata-kata yang tidak bisa diucapkan oleh bibirmu kepadaku.
Selasa, 08 Oktober 2013
6. Sabda Palon Seri 3: Geger Majapahit
Jati diri Sabda Palon dan Naya Genggong
terkuak perlahan-lahan di hadapan Bhre Kêrtabumi. Meskipun demikian, dua
sosok misterius itu masih diselimuti kabut tebal, samar dan
tersembunyi. Itu terjadi setelah Bhre Kêrtabhumi mendatangi beberapa
petilasan suci: Gunung Kawi, Dharmma Badhyut, Gunung Pawitra, dan Gunung
Lawu. Di tempat-tempat itu dia menggelar tapa brata sesuai perintah
sosok niskala yang dipercayainya sebagai Resi Agastya, pamomong
Nusantara.
Sementara itu, perkembangan Majapahit
semakin tidak menentu setelah Raden Kêrtawijaya dinobatkan sebagai raja
Majapahit menggantikan Rani Suhita yang telah mangkat. Takhta Tumapêl
yang semula dia duduki dilimpahkan kepada adiknya, Raden Kêrtarajasa.
Perseteruan diam-diam terjadi antara kakak-beradik itu. Kekacauan pun
sengaja disebar di mana-mana.
Pada saat yang sama, Haji Gan Eng Cu dan
Adipati Tuban Arya Adikara wafat hampir bersamaan. Tetapi kematian dua
tokoh penting tersebut segera mendapat pengganti, seolah sudah ada yang
mengatur. Sayyid Ali Rahmad dan Sayyid Ali Murtadlo sama-sama
mendapatkan putra yang kelak akan menjadi ulama kenamaan. Sementara
Tumenggung Wilwatikta mempunyai putra yang kelak bakal menentukan wajah
Islam di Nusantara.
Karya Damar Shashangka
ISBN: 978-979-1701-09-9
Penulis: Damar Shashangka
Penyunting: Salahuddien Gz
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
Harga: Rp 75.000,-
Tebal: 458 halaman
Cara Pemesanan Buku :
Kirim SMS / WA di 081393725615. Tuliskan Judul dan jumlah pesanan, Nama & Alamat lengkap. Tunggu balasan SMS / WA untuk keterangan selanjutnya.
Atau Pesan Buku via Inbox FB : EKO WALUYO
5. SABDA PALON SERI 2: Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin
Sejak Dinasti Ming melarang armadanya
berlayar ke luar Cina, ditambah rentannya Majapahit setelah Rani Suhita
mangkat pada tahun 1447, perjanjian antara Tiongkok dan Majapahit
selepas Perang Paregreg—yang memberikan jaminan keamanan kepada warga
keturunan Cina di Majapahit—pun mulai goyah. Haji Gan Eng Cu, pejabat
Dinasti Ming untuk kawasan Asia Tenggara yang berkedudukan di Lasêm,
berencana menggalang kekuatan prajurit demi keamanan warga keturunan
Cina. Bong Swi Hoo alias Sayyid Ali Rahmad diperintahnya untuk menempati
daerah Bangêr. Dari sana dia diharapkan bisa menjadi penghubung warga
Cina yang tinggal di Jawa sebelah timur dengan Lasêm.
Di sisi lain, Tuban yang semakin makmur
menimbulkan kecemasan sejumlah pejabat pribumi Majapahit. Kemakmuran
Tuban salah satunya disebabkan oleh kebijakan Adipati Arya Adikara yang
memberikan kesempatan kepada orang-orang Atas Angin untuk masuk ke
jajaran pemerintahan, termasuk mengangkat Gan Eng Wan, adik Haji Gan Eng
Cu, sebagai patih Tuban. Lalu tersingkaplah sebuah desas-desus tentang
rencana penyerbuan atas Tuban yang digerakkan oleh beberapa pejabat
Majapahit. Namun Adipati Tuban tidak mempercayainya. Tumenggung
Wilwatikta meminta tolong kakaknya di Lasêm, Pangeran Wirabraja, untuk
menyelisik kebenaran desas-desus itu. Kerusuhan besar pun
membayang-bayangi Tuban.
Dalam pada itu, Bhre Kêrtabumi,
didampingi dua punakawannya, Sabda Palon dan Naya Genggong, mulai
mendapat petunjuk dari sosok misterius yang dipercaya sebagai Roh
Nusantara. Petunjuk itu menggiringnya pada pengetahuan tentang hakikat
tanah Nusantara, yang dalam penglihatan batinnya pernah menjadi pusat
peradaban dunia, dikenal sebagai Ataladwipa. Begitu pula Sayyid Ali
Rahmad. Dia memperoleh penampakan gaib yang mahadahsyat. Tanda-tanda
perubahan zaman mulai terlihat. Jawa akan berganti wajah. Agama lama
bakal sirna digantikan agama baru. Dan Bhre Kêrtabumi dan Sayyid Ali
Rahmad adalah dua orang yang terpilih sebagai pengawal perubahan
mahabesar yang bakal mengubah wajah dunia.
SABDA PALON SERI 2: Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin
Karya Damar Shashangka
ISBN: 978-979-17998-2-9 Penyunting: Salahuddien Gz
Pemindai Aksara: Webri Veliana
Penggambar Sampul: Yudi Irawan Harga: Rp 75.000,- Tebal: 485 halaman
Cara Pemesanan Buku :
Kirim SMS / WA di 081393725615. Tuliskan Judul dan jumlah pesanan, Nama & Alamat lengkap. Tunggu balasan SMS / WA untuk keterangan selanjutnya.
Atau Pesan Buku via Inbox FB : EKO WALUYO
4. SABDA PALON SERI I: Kisah Nusantara yang Disembunyikan
Pada tahun 1445 Masehi, atas permintaan
Bhre Kêrtabumi, Syekh Ibrahim Al-Akbar berlayar dari Champa menuju Jawa,
diiringi Sayyid Ali Murtadlo dan tiga belas santrinya. Mengingat
pertumbuhan kaum muslim yang pesat di pesisir Jawa, syekh keturunan
Samarqand itu didaulat untuk menjadi petinggi agama Islam di Keraton
Majapahit. Tetapi jung Syekh Ibrahim diamuk badai hingga terdampar di
pantai Kamboja. Mereka ditangkap prajurit-prajurit Kamboja dan dipenjara
oleh rajanya. Kabar perihal nasib rombongan Champa itu akhirnya sampai
di Jawa. Dipimpin Raden Arya Bangah, tujuh jung tempur Majapahit,
lengkap dengan meriam Jawa dan manjanik, segera meluncur ke Kamboja
untuk membebaskan mereka. Pertempuran sengit pun meletus di Prey Nokor.
Dalam pada itu, Sabda Palon dan Naya
Genggong, dua punakawan Bhre Kêrtabumi, melihat dengan mata batinnya
bahwa trah Majapahit akan lumpuh. Selama lima ratus tahun awan hitam
akan menaungi Nusantara seiring datangnya para pengusung keyakinan baru
yang bakal mengakhiri kekuasaan Majapahit. Demi menjaga keutuhan
Nusantara, Sabda Palon menasihati Kêrtabumi agar mengambil selir dari
Kepulauan Wandhan. Keturunan darinyalah yang akan membangkitkan kejayaan
trah Majapahit dua ratus tahun kemudian. Raja muda itu pun mengawini
Bondrit Cêmara, seorang emban dari Wandhan. Dewi Amaravati, putri Champa
permaisuri Kêrtabumi, dilanda cemburu tak tertanggungkan hingga ia
berencana membunuh Bondrit Cêmara berikut janin yang tengah
dikandungnya.
Melalui narasi-narasi memukau nyaris
pada setiap babak, novel ini tak hanya mampu menyatukan keping-keping
sejarah masa akhir kejayaan Majapahit yang tercecer dan terpendam,
tetapi juga bakal menyihir Anda untuk memasuki Nusantara masa silam.
Tidaklah mudah membawa pembaca abad 21 kembali ke abad 15, yang berjejal
aroma dupa, kemegahan pura, dan gadis-gadis yang masih bertelanjang
dada. Tetapi Damar Shashangka mampu melakukan itu dengan mempesona.
SABDA PALON SERI I: Kisah Nusantara yang Disembunyikan
Karya Damar Shashangka
ISBN : 978-979-16110-5-3
Penyunting : Salahuddien Gz, Dita Sylvana
Penyelaras Bahasa : Khrisna Pabichara
Penggambar Sampul : Yudi Irawan
Harga : Rp 75.000,-
Tebal : 450 halaman
Cara Pemesanan Buku :
Kirim SMS / WA di 081393725615. Tuliskan Judul dan jumlah pesanan, Nama & Alamat lengkap. Tunggu balasan SMS / WA untuk keterangan selanjutnya.
Atau Pesan Buku via Inbox FB : EKO WALUYO
3. Darmagandhul – Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-ajaran Rahasia
KITAB PALING KONTROVERSIAL DI NUSANTARA
Pada suatu hari, Darmagandhul, seorang
murid yang tajam hatinya, bertanya kepada gurunya, Kiai Kalamwadi,
tentang awal mula kenapa masyarakat Jawa meninggalkan agama Buda dan
beralih memeluk agama Islam. Pada saat itulah Kiai Kalamwadi mulai
menyadari bahwa rahasia kehancuran Majapahit dan Jawa, yang
disembunyikan para penguasa selama berabad-abad, patut dibabarkan kepada
Darmagandhul, agar menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. Kiai
Kalamwadi memperoleh pengetahuan itu dari gurunya, Raden Budi, yang
mewarisi cerita sejarah dan ilmu-ilmu rahasia leluhur Jawa.
Melalui percakapan yang disenandungkan,
Kiai Kalamwadi lantas berkisah tentang kehancuran Majapahit karena
serangan Demak, yang dipimpin Raden Patah, putra kandung Prabu Brawijaya
yang berkuasa, atas prakarsa para sunan. Serangan tersebut
dilatarbelakangi oleh keinginan para sunan untuk mengganti pemerintahan
Majapahit yang mereka anggap kafir dengan pemerintahan Islam. Hanya
Syekh Siti Jênar yang menolak rencana itu, sehingga ia dijatuhi hukuman
mati. Sejak saat itu, kitab-kitab agama Buda dibakar nyaris tanpa sisa
dan, karena hegemoni penguasa baru, masyarakat Jawa Buda
berbondong-bondong memeluk agama Islam. Yang menolak masuk Islam
kemudian mengasingkan diri ke hutan, pegunungan, dan Pulau Bali.
2. Wali Sanga - Sebuah Novel
Ketika Majapahit hancur oleh serangan
Dêmak pada tahun 1478, tanah Jawa penuh dengan pergolakan. Masa itu
adalah masa penyebaran Islam secara besar-besaran. Majelis Wali Sanga,
selaku wadah besar para ulama, didukung pemerintahan Islam di pesisir
utara, mulai merambah ranah politik. Bahkan Sunan Giri menitahkan
pembakaran lontar-lontar agama leluhur, Siwa Budha, yang masih banyak
disimpan penduduk Jawa. Karena merasa ulama seharusnya hanya berperan
sebagai pencerah dan pembimbing pemerintah dan masyarakat, Syekh Siti
Jênar menyatakan diri keluar dari Majelis Wali Sanga. Para ulama di Jawa
pun di ambang perpecahan.
Dalam pada itu, di Jawa belahan timur,
kerajaan-kerajaan pecahan Majapahit mencoba terus bertahan. Salah
satunya adalah Daha. Pada tahun 1486 Daha menggempur Majapahit, yang
berada dalam kuasa Dêmak. Sejak itu ia menyatakan diri sebagai Majapahit
baru yang lepas dari cengkeraman Dêmak. Dan Dêmak ternyata tak bisa
berbuat apa-apa karena ia sibuk mengembangkan kekuatan maritimnya. Dêmak
berhasrat menjadi penguasa Nusantara layaknya Majapahit, yang berjaya
di lautan.
Tetapi yang paling ditakuti Dêmak
bukanlah Daha, melainkan justru ahli waris takhta Majapahit di Jawa
belahan tengah, Ki Agêng Pêngging. Ia pun menjadi ancaman Giri Kêdhaton,
kerajaan bercorak Islam di Jawa belahan timur. Ditambah perselisihan
dalam Majelis Wali Sanga antara Sunan Giri dan Syekh Siti Jênar, sosok
berpengaruh yang sangat dekat dengan Ki Agêng Pêngging, Dêmak merasa
keberadaannya makin terjepit. Novel ini membabar konflik-konflik di
tanah Jawa sepanjang tahun 1493-1494, yang sangat jarang dikisahkan.
Wali Sanga
Karya Damar Shashangka
ISBN: ISBN: 978-979-16110-8-4
Penyunting: Salahuddien Gz
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
Harga: Rp 49.800,-
Tebal: 276 halaman
Cara Pemesanan Buku :
Kirim SMS / WA di 081393725615. Tuliskan Judul dan jumlah pesanan, Nama & Alamat lengkap. Tunggu balasan SMS / WA untuk keterangan selanjutnya.
Atau Pesan Buku via Inbox FB : EKO WALUYO
1. GATHOLOCO: Rahasia Ilmu Sejati dan Asmaragama
Gatholoco
adalah lambang Lelaki Sejati, ia yang mampu memahami proses penciptaan
manusia melalui lingga dan yoni, yang menjadi penyebab turunnya ruh ke
bumi. Lelaki Sejati adalah ia yang sanggup mengendalikan segala anasir
di dalam dirinya. Buku ini menceritakan kembara Gatholoco menaklukkan
lima wanita yang merepresentasikan unsur-unsur halus di dalam diri
manusia: Rêtna Dewi Lupitwati (yoni/kundalini), Mlênuk Gêmbuk (memori),
Dudul Mêndut (kesadaran), Rara Bawuk (emosi), dan Dewi Bleweh (pikiran).
Seolah berbicara kepada diri sendiri, Gatholoco kemudian membabar
rahasia ilmu sejati dan ketuhanan dengan bahasa yang memukau dan sarat
makna.
Berangkat dari kisah Gatholoco yang
legendaris, Damar Shashangka berikhtiar untuk menyuguhkan kembali
Filsafat Lingga Yoni, ajaran kuno yang nyaris sirna dari bumi Pertiwi.
Dengan jernih ia mengulasnya melalui bahasa tiga tradisi spiritual yang
berkembang di Nusantara: Tasawuf Islam, Siwa Buddha, dan Kejawen.
Langganan:
Postingan (Atom)














